Jumat, 29 April 2016

Indonesia



Indonesia
Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar . bangsa yang memiliki jumlah penduduk ± 250 juta jiwa di dalamnya . Indonesia kaya akan keberagaman , hasil bumi nya . keberagaman yang di miliki bangsa indonesia sangat lah banyak , mulai dari keberagman suku , keberagaman bahasa yang di miliki oleh masing-masing daerah, keberagaman hasil kerajinan tangan dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia , serta keberagaman kepercayaan.
Indonesia terkenal akan :
1.       Orang Indonesia yang murah senyum dan keramahannya.
2.       Kekayaan alam yang di miliki bangsa Indonesia.
Tapi tahu kah Kalian kalau bangsa Indonesia terkenal akan sifat “Malas”?, malas ? malas merupakan suatu sifat yang tidak bisa di hindari lagi, sikap yang pasti di miliki oleh setiap manusia , mulai dari kalangan anak-nak, remaja , dewasa , sampai orang tua.  sifat malas ini disebabkan oleh menunda-menunda suatu pekerjaan yang beranggapan “Masih ada waktu besok”, “nanti aja deh “ dan lain sebagainya.
12 Fakta tentang Bangsa Indonesia yang Memalukan


BERBICARA soal bangsa Indonesia memang menarik. Di samping mempunyai banyak segi-segi positif, tternyata juga punya banyak segi-segi negatif. Segi-segi negatif inilah yang harus kita akui secara jujur tanpa harus “ngeyel” membela diri dan sibuk mencari kambing hitam.
1.Bangsa Indonesia Bangsa yang Miskin dan Bodoh
Aida Ismeth, anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, kekerasan yang mengancam keutuhan wilayah  Negara Kesatuan Republik Indo nesia (NKRI) dipengaruhi faktor kemiskinan dan kebodohan.
2.Bangsa Indonesia Bangsa yang Bodoh dan Korup
Rektor UNS Prof Dr Much Syamsulhadi SpKJ(K). Di depan sidang senat universitas, dia mengatakan bangsa Indonesia termasuk bangsa yang bodoh. Namun sekaligus korup. “Bayangkan, betapa ironisnya bangsa ini yang rakyatnya masuk kategori bodoh secara umum, namun untuk masalah korupsi, termasuk paling hebat di dunia,” kata dia.
Ukurannya, untuk angka human development index, dari 136 negara, Indonesia hanya nomor urut ke-111. Tetapi persepsi korupsi, ternyata Indonesia termasuk rangking ke-6 di dunia dari 117 negara.
3.Kualitas SDM Indonesia Terendah di ASEAN
Namun pada tingkat ASEAN, rangking SDM  Indonesia berada di bawah Malaysia (61), Singapura (26) dan Brunei Darussalam (33)
4.Rendahnya Kualitas Pendidikan Indonesia
Berdasarkan survey Political and Economic Risk (PERC) kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Menyedihkan lagi ternyata posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Memprihatinkan lagi, hasil survey tahun 2007 World Competitiveness Year Book memaparkan daya saing pendidikan kita dari 55 negara yang disurvey Indonesia berada pada urutan 53.
5.Kualitas DPR Indonesia Sekarang Terendah Sepanjang Sejarah
“Ini memang memprihatinkan, kualitas DPR kita sangat jauh merosot pada titik terendah di sejarah Indonesia,” ujar pengamat politik Yudi Latief kepada detikcom.
6.Facebook & Twitter Bikin Bangsa Indonesia Malas Berpikir’
Media sosial seperti Facebook dan Twitter telah jadi mainan sehari-hari bagi banyak orang. Meski punya berbagai manfaat, namun media sosial dinilai membuat orang menjadi malas berpikir dan bisa berujung pada kebodohan.
Pendapat itu dikemukakan Edward De Bono, penulis dan pemikir kelas dunia. De Bono telah memproduksi beragam buku tentang pemikiran manusia dan mengajar di berbagai universitas bergengsi seperti Oxford University, Cambridge University dan Harvard University.
7.Sekitar 77 Persen Bangsa Indonesia Malas Sikat Gigi
ya. Drg Zaura Rini Matram MDS praktisi kedokteran gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menyebut 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit gigi berlubang. Ini bukan sesuatu yang mengejutkan karena menurut Rini 77 persen orang Indonesia ternyata malas gosok gigi alias tak pernah gosok gigi.
8. Bangsa Indonesia Jalan Pintas, Tidak Disiplin Dan Kurang Asertif
Stereotype orang Indonesia diantaranya jam karet, jalan pintas, tidak disiplin, tidak mengindahkan mutu, dan kurang asertif. Sifat tersebut harus di tinggalkan terutama oleh para tenaga akademik di lingkungan FISE untuk mewujudkan FISE yang lebih baik kedepannya. Demikian disampaikan oleh Dr.Tulus Winarsunu, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada peserta Lokakarya Peningkatan Kinerja Tenaga Akademik FISE UNY , Jumat-Minggu (21-29/5)
9.Bangsa Indonesia Terkorup Se-Asia Pasifik
hasil survei The World Justice Project (WJP), sebuah lembaga nirlaba di Amerika Serikat, yang menunjukkan Indonesia masih termasuk negara korup karena berada di posisi 47 dari 66 negara yang disurvei secara global.
Sementara di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik, Indonesia berada di urutan ke-12 dari 13 negara.
10.Perilaku Psikopat Bangsa Indonesia
Praktik korupsi dan kejahatan yang kerap terjadi di negeri ini merupakan tindakan para pengidap psikopat. Seharusnya mereka di penjara atau rumah sakit jiwa, tidak bebas berkeliaran.Pengidapnya juga disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial serta merugikan orang banyak dan orang-orang terdekatnya.
11.IQ Bangsa Indonesia lebih rendah dari orang Amerika
Harus diakui sebaran rata-rata IQ orang Indonesia memang lebih rendah dari IQ orang Amerika.Data pada tahun 2002 menunjukkan bahwa IQ rata2 orang Indonesia hanya 89, dan IQ rata2 orang Amerika 98.(saat itu IQ rata2 orang Hongkong paling tinggi, yakni 107).Kemudian pada tahun 2006 IQ rata-rata orang Indonesia turun menjadi 87, dan IQ rata2 orang Hongkong naik menjadi 108 (Amerika tetap 98).
12.Bangsa Indonesia Bangsa Munafik
Kemunafikan orang Indonesia pernah dikemukakan oleh wartawan senior, Mochtar Lubis dalam pidatonya pada 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kala itu, Lubis mengemukakan tujuh ciri sifat buruk manusia Indonesia, yakni munafik, tidak mau bertanggung jawab, berperilaku feodal, percaya pada takhyul, bersifat artistik, dan ciri lainnya yang bersifat hedon dan instan.

Jumat, 15 April 2016

Angkutan umum Online Vs Biasa (bukan Online)



Angkutan umum Online Vs Biasa (bukan Online)
Seiring berkembangnya zaman, tentu saja membuat perkembangan teknologi semakin canggih. Perkembangan Teknologi di Indonesia beberapa tahun ini memang berkembang cukup pesat. terutama dalam bidang Transportasi, di Indonesia sendiri transportasi sudah banyak menggunakan sistem "Online" seperti Gojek, Grabbike, Uber Taxi, dan masih banyak lagi transportasi di indonesia yang menggunakan sistem online.
Perkembangan  teknologi memang tidak bisa untuk di hindari , atau pun tidak bisa lagi kita tolak. Pada kali ini saya akan memberikan pendapat saya tentang transportasi yang menggunakan system online dengan transportasi yang biasa saja (bukan online). Baru-baru ini memang sering terjadi kerusuhan antara pengendara angutan umum online dengan pengendara angkutan umum yang bukan online, angkutan yang beroda dua atau yang beroda empat. Mengapa terjadi kerusuhan antara pengemudi angkutan online dengan yang tidak online ? kenapa banyak yang lebih memilih jasa angkutan online di bandingkan tidak online ? disni saya akan memaparkan keuntungan dan kerugian serta pendapat saya tentang angkutan online vs angkutan bukan online
Kelebihan Angkutan Online
1.       Lebih Terpercaya
Para pengemudi ojek ataupun taksi dalam sebuah perusahaan transportasi online sudah terdaftar. Sebelumnya mereka sudah mendaftarkan diri dengan berbagai persyaratan tertentu. Termasuk dengan data diri yang jelas dan surat kelakuan baik dari kepolisian. Dengan begini, penumpang akan merasa lebih aman menggunakan pengemudi yang terdaftar.
2.       Praktis
Jika sebelumnya kamu ingin menggunakan jasa transportasi, biasanya kamu harus keluar rumah menuju jalan raya untuk mencari kendaraan yang kosong penumpang. Kamu harus merasakan panas bahkan hujan tanpa kepastian. Tapi, jika menggunakan aplikasi maka kamu bisa memesan moda transportasi dari rumah atau tempat yang nyaman. Ojek atau taksi yang kamu pesan akan menghampirimu.
3.       Tarif murah dan pasti
Setiap jasa transportasi online memiliki cara penghitungan tersendiri untuk tarif jasa. Kebanyakan dari mereka memiliki tarif yang lebih murah dari tarif jasa transportasi konvensional. Ditambah juga dengan adanya berbagai promo yang bisa menguntungkan penumpang. Semua tarif yang harus dibayar penumpang sudah tertera sejak awal, sehingga tidak ada proses tawar menawar dengan pengendara. Tarif pasti juga disukai oleh beberapa pelanggan.
Kekurangan Angkutan Non-Online
1.       Jaringan Bermasalah
Karena transportasi ini menggunakan jaringan internet, maka semua sistem bergantung dengan internet. Jika jaringan sedang bermasalah, walaupun kamu melihat ada pengendara jasa transportasi online di depan mata tetap tidak bisa kamu pesan.
2.       Pilihan Pengendara Ditetapkan Sistem
Saat akan memesan ojek atau taksi online, dalam aplikasi akan terlihat seberapa banyak pengendara online disekeliligmu. Namun, saat sudah memesan kamu tidak bisa memilih yang dekat denganmu. Bisa jadi pengendara yang akan menjemputmu sedang berada jauh dan kamu harus menunggu lama hingga terjemput.
3.       Tidak Bisa Berganti Tujuan
Sedari awal memesan kamu sudah menentukan akan naik dari mana dan turun dimana. Dengan begitu di aplikasi akan tertera tarif yang mesti kamu bayar. Maka saat ditengah jalan harus berganti arah maka kamu tetap harus membayar sesuai tarif awal yang disetujui.
4.       Data Pribadi Beredar
Saat kamu medaftarkan diri dalam aplikasi jasa transportasi online maka kamu diwajibkan mengisi berbagai data diri termasuk nomer telepon. Sesungguhnya data ini yang akan dipakai untuk pengendara bisa menghubungi saat kesusahan di jalan. Namun, kamu harus berhati-hati, karena sudah ada beberapa kasus yang menggunakan data ini untuk hal yang tidak diinginkan.
Dari kelebihan dan kekurangan ini kamu bisa memilih mau menggunakan jasa transportasi online atau konvensional. Tentunya apapun pilihanmu tetaplah berhati-hati saat menggunakan transportasi umum, ya! (Foto: Banyumurti)
Kelebihan angkutan bukan online
1.      Tidak Membutuhkan jaringan .
2.      Tidak usah registrasi atau daftar terlebih dahulu
Kekurangan angkutan bukan online :
1.      Tarifnya berubah-ubah
Bagaimana cara kita menyikapi hal ini :
1.      Menerima keberadaan angkutan online dengan baik ,
2.      Tidak mempersalahkan keberadaan angkutan online, karna semakin berkembangnya zaman maka semakin banyak perubahan contohya saja transportasi yang sudah berbasis online.


sumber : http://berani.id/nusantara/details/kelebihan-dan-kekurangan-transportasi-online

Sabtu, 23 Januari 2016

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)



Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA)

Masyarakat Ekonomi ASEAN atau yang biasa disingkat menjadi MEA secara singkatnya bisa diartikan sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN yang artinya semua negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara (ASEAN) menerapkan sistem perdagangan bebas. Indonesia dan seluruh negara-negara ASEAN lainnya (9 negara lainnya) telah menyepakati perjanjian MEA tersebut atau yang dalam bahasa Inggrisnya adalah ASEAN Economy Community atau AEC.

Kurang lebih dua dekade yang lalu tepatnya Desember 1997 ketika KTT ASEAN yang diselenggarakan di Kota Kuala Lumpur, Malaysia disepakati adanya ASEAN Vision 2020 yang intinya menitikberatkan pada pembentukan kawasan ASEAN yang stabil, makmur, dan kompetitif dengan pertumbuhan ekomoni yang adil dan merata serta dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Beberapa waktu kemudian tepatnya pada bulan Oktober 2003 ketika KTT ASEAN di Bali, Indonesia menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional dikawasan Asia Tenggara yang akan diberlakukan pada tahun 2020. Namun demikian nyatanya kita mengetahui bahwa tahun 2015 ini merupakan awal tahun diberlakukannya MEA. Hal tersebut sesuai dengan Deklarasi Cebu yang merupakan salah satu hasil dari KTT ASEAN yang ke-12 pada Januari 2007. Pada KTT tersebut para pemimpin ASEAN besepakat untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas baik barang maupunjasa, investasi, tenaga kerja profesional, dan juga aliran modal (dana).

*      Ciri-ciri dan Unsur Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA)
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN ialah suatu realisasi dari tujuan akhir terhadap integrasi ekonomi yang telah dianut didalam ASEAN Visi 2020 yang berdasarkan atas konvergensi kepentingan para negara-negara anggota ASEAN untuk dapat memperluas dan memperdalam integrasi ekonomi lewat inisiatif yang ada dan baru dengan memiliki batas waktu yang jelas. Didalammendirikan masyarakat ekonomi ASEAN atau MEA, ASEAN mesti melakukan tidakan sesuai dengan pada prinsip-prinsip terbuka, berorientasi untuk mengarah ke luar, terbuka, dan mengarah pada pasar ekonomi yang teguh pendirian dengan peraturan multilateral serta patuh terhadap sistem untuk pelaksanaan dan kepatuhan komitmen ekonomi yang efektif berdasarkan aturan.
MEA akan mulai membentuk ASEAN menjadi pasar dan basis dari produksi tunggal yang dapat membuat ASEAN terlihat dinamis dan dapat bersaing dengan adanya mekanisme dan langkah-langkah dalam memperkuat pelaksanaan baru yang berinisiatif ekonomi; mempercepat perpaduan regional yang ada disektor-sektor prioritas; memberikan fasilitas terhadap gerakan bisnis, tenaga kerja memiliki bakat dan terampil; dapat memperkuat kelembagaan mekanisme di ASEAn. Menjadi langkah awal dalam mewujudkan MEA atau MAsyarakat Ekonomi ASEAN.
Di saat yang sama, MEA akan dapat mengatasi kesenjangan pada pembangunan dan melakukan percepatan integrasi kepada negara Laos, Myanmar, VIetnam dan Kamboja lewat Initiative for ASEAN integration dan inisiatif dari regional yang lainnya.
Adapun bentuk kerjasamanya ialah
– Pengembangan pada sumber daya manusia dan adanya peningkatan kapasitas
– Pengakuan terkait kualifikasi profesional
– Konsultasi yang lebih dekat terhadap kebijakan makro keuangan dan ekonomi.
– Memilik langkah-langkah dalam pembiayaan perdagangan.
– Meningkatkan infrastruktur.
– melakukan pengembangan pada transaksi elektronik lewat e-ASEAN.
– Memperpadukan segala industri yang ada diseluruh wilayah untuk dapat mempromosikan sumber daerah.
– meningkatkan peran dari sektor swasta untuk dapat membangun MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Pentingnya digalakkannya perdagangan eksternal kepada ASEAN dan keperluan dalam komunitas ASEAN yang secara keseluruhan untuk tetap dapat menatap kedepan.
Adapun ciri-ciri utama MEA
– Kawasan ekonomi yang sangat kompetitif.
– Memiliki wilayah pembangunan ekonomi yang merata.
– Daerah-daerah akan terintegrasi secara penuh dalam ekonomi global
– Basis dan pasar produksi tunggal.

*     Pentingnya Masyarakat Ekonomi ASEAN
Pentingnya Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak terlepas dari dampak positif dan manfaat dari diberlakukannya perdagangan bebas diwilayah regional Asia Tenggara tersebut.Mungkin saat ini dampak positifnya belum begitu terasa karena MEA baru saja diberlakukan yaitu pada tahun 2015, namun diharapkan manfaat besarnya akan terasa pada tahun-tahun selanjutnya. Dan dibawah ini adalah beberapa dampak positif ata manfaat dari Masyarakat Ekonomi ASEAN itu sendiri.
  1. Masyarakat Ekonomi ASEAN akan mendorong arus investasi dari luar masuk ke dalam negeri yang akan menciptakan multiplier effect dalam berbagai sektor khususnya dalam bidang pembangunan ekonomi.
  2. Kondisi pasar yang satu (pasar tunggal) membuat kemudahan dalam hal pembentukan joint venture (kerjasama) antara perusahaan-perusahaan diwilayah ASEAN sehingga akses terhadap bahan produksi semakin mudah.
  3. Pasar Asia Tenggara merupakan pasar besar yang begitu potensial dan juga menjanjikan dengan luas wilayah sekitar 4,5 juta kilometer persegi dan jumlah penduduk yang mencapai 600 juta jiwa.
  4. MEA memberikan peluang kepada negara-negara anggota ASEAN dalam hal meningkatkan kecepatan perpindahan sumber daya manusia dan modal yang merupakan dua faktor produksi yang sangat penting.
  5. Khusus untuk bidang teknologi, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN ini menciptakan adanya transfer teknologi dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang yang ada diwilayah Asia Tenggara.

Sementara itu, sebagian pendapat menyatakan bahwa Indonesia Belum Siap akan MEA 2015. Salah satunya, Direktur Eksekutif Core Indonesia (Hendri Saparini) menilai persiapan yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 masih belum optimal. Pemerintah baru melakukan sosialisasi tentang “Apa Itu MEA” belum pada sosialisasi apa yang harus dilakukan untuk memenangi MEA. Sosialisasi “Apa itu MEA" yang telah dilakukan pemerintah pun ternyata masih belum 100% karena sosialisasi baru dilaksanakan di 205 kabupaten dari jumlah 410 kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Hendri menjelaskan besarnya komitmen pemerintah terhadap kesepakatan MEA ternyata bertolak belakang dengan kesiapan dunia usaha. Menurutnya dari hasil in-depth interview Core dengan para pengusaha ternyata para pelaku usaha bahkan banyak yang belum mengerti adanya kesepakatan MEA. Dia mengatakan salah satu strategi yang dipersiapkan pemerintah menjelang MEA adalah Indonesia harus menyusun strategi industri, perdagangan dan investasi secara terintegrasi karena dengan adanya implementasi MEA beban defisit neraca perdagangan akan semakin besar maka dari itu membuat strategi industri harus menjadi prioritas pemerintah.
Strategi dan persiapan yang selama ini telah dilakukan oleh para stake holder yang ada di Indonesia dalam rangka menghadapi sistem liberalisasi yang diterapkan oleh ASEAN, terutama dalam kerangka integrasi ekonomi memang dirasakan masih kurang optimal. Namun hal tersebut memang dilandaskan isu-isu dalam negeri yang membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Diperlukan kedisiplinan dari pihak pemerintah, terutama yang berkaitan dengan wacana persiapan menghadapi realisasi AEC ditahun 2015, yaitu dengan peningkatan pengawasan terhadap perkembangan implementasi sistem yang terdapat dalam Blue Print AEC.
Apa saja peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam MEA?

Masyarakat Ekonomi Asean ini adalah sebuah keharusan yang mana semua anggota ASEAN diharuskan untuk menjalankan perjanjian telah disepakati untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN,  dan sini masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam bersaing di MEA ini. Diantaranya memanfaatkan:

·         Pasar Potensial Dunia: Perwujudan AEC 2015 akan menempatkan ASEAN sebagai kawasan pasar terbesar ketiga di dunia yang di dukung oleh jumlah penduduk ketiga terbesar ( 8persen dari total penduduk dunia ) setelah China dan India. 
·         Negara Pengekspor:  Dengan meningkatnya harga komoditas internasional, sebagian besar negara ASEAN mencatat surplus pada neraca transaksi berjalan. Prospek perekonomian yang cukup baik menyebabkan ASEAN menjadi tempat tujuan investasi. 
·         Negara Tujuan Investor: Dalam rangka AEC 2015 berbagai kerja sama regional untuk meningkatkan infrastruktur ( pipa gas, teknologi informasi ) maupun dari sisi pembiayaan menjadi agenda. Kesempatan tersebut membuka peluang bagi perbaikan iklim investasi Indonesia. Terutama dalam melancarkan program infrastruktur domestik. 
·         Daya Saing:Liberalisasi perdagangan barang ASEAN akan menjamin kelancaran arus barang untuk pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan ASEAN karena hambatan tarif dan non tarif yang tidak ada lagi.
·         Sektor Jasa yang Terbuka: Sektor – sektor jasa yang telah di tetapkan yaitu pariwisata, kesehatan, penerbangan, dan e-ASEAN dan kemudian akan di susul dengan logistik.
·         Aliran Modal:  Dari sisi penarikan aliran modal asing, ASEAN sebagai kawasan dikenal sebagai tujuan penanaman modal global, termasuk CLMV khususnya Vietnam.
Demikian tadi beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dalam menghadapi mea. Indonesia dapat pelan-pelan masuk dalam tantangan tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan yang telah dikuasai indonesia. Dan diharap Indonesia mampu menjawab tantangan tersebut sehingga Indonesia masih memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki perekonomian negara ini. Dan terwujudnya tujuan masyarakat ekonomi asean dalam menstabilkan ekonomi di ASEAN itu sendiri
Apa saja yang tantangan bagi bangsa Indonesia untuk ikut serta dalam MEA? Dalam sebuah kehidupan pastinya ada tantangan begitu pula dalam bersaing di dunia ekonomi dengan anggota ASEAN pastinya juga ada tantangan. Akan muncul beberapa tantangan yang harus dihadapi bangsa indonesia.
Beberapa Tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam keikutsertaannya dalam MEA adalah:
·         Laju Peningkatan Ekspor dan Impor: Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia memasuki integrasi ekonomi ASEAN tidak hanya yang bersifat internal di dalam negeri tetapi terlebih lagi persaingan dengan negara sesama ASEAN dan negara lain di luar ASEAN seperti China dan India. 
·         Laju Inflasi: Tantangan lainnya adalah laju inflasi Indonesia yang masih tergolong tinggi bila di bandingkan dengan negara lain di kasawan ASEAN. Stabilitas makro masih menjadi kendala peningkatan daya saing Indonesia dan tingkat kemakmuran Indonesia juga masih lebih rendah dibandingkan negara lain.
·         Dampak Negatif Arus Modal yang Lebih Luas: Arus modal yang lebih  bebas untuk mendukung transaksi keuangan yang lebih efisien, merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan, memfasilitasi perdagangan internasional, mendukung pengembangan sektor keuangan dan akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
·         Kesamaan Produk: Kesamaan jenis produk ekspor unggulan ( sektor  pertanian, perikanan, produk karet, produk berbasis kayu, dan elektronik ) merupakan salah satu penyebab pangsa perdaganagn intra-ASEAN yang hanya berkias 20-25 persen dari total perdagangan ASEAN. Indonesia  perlu melakukan strategi peningkatan nilai tambah bagi produk ekspornya sehingga mempunyai karakteristik tersendiri dengan produk dari Negara-negara ASEAN.
·         Tingkat Perkembangan Ekonomi:  Tingkat perkembangan ekonomi  Negara – negara Anggota ASEAN hingga saat ini masih beragam. Tingkat kesenjangan yang tinggi merupakan salah satu masalah di kawasan yang cukup mendesak untuk dipecahkan agar tidak menghambat percepatan kawasan menuju AEC 2015.
Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi MEA 2015, apakah sudah siap atau belum?
Peluang Indonesia untuk dapat bersaing dalam MEA 2015 sebenarnya cukup besar.  Masih kuatnya fundamental perekonomian Indonesia dapat dilihat ketika banyak negara yang “tumbang” diterpa pelemahan perekonomian global, perekonomian Indonesia masih dapat terjaga untuk tumbuh positif. Tapi Indonesia saat ini belum bisa dikatakan  100%  siap dalam menghadapi MEA 2015, karena masih banyak yang harus dibenahi dan tindakan-tindakan yang efektif yang didukung dari semua pihak .

Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia berdasarkan rencana strategis pemerintah untuk menghadapi MEA / AEC, antara lain :
1.    Penguatan Daya Saing Ekonomi
Pada 27 Mei 2011, Pemerintah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). MP3EI merupakan perwujudan transformasi ekonomi nasional dengan orientasi yang berbasis pada pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Sejak MP3EI diluncurkan sampai akhir Desember 2011 telah dilaksanakan Groundbreaking sebanyak 94 proyek investasi sektor riil dan pembangunan infrastruktur.
2.    Program ACI (Aku Cinta Indonesia)
ACI (Aku Cinta Indonesia) merupakan salah satu gerakan ‘Nation Branding’ bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang termasuk dalam Inpres No.6 Tahun 2009 yang berisikan Program Ekonomi Kreatif bagi 27 Kementrian Negara dan Pemda. Gerakan ini sendiri masih berjalan sampai sekarang dalam bentuk kampanye nasional yang terus berjalan dalam berbagai produk dalam negeri seperti busana, aksesoris, entertainment, pariwisata dan lain sebagainya. (dalam Kemendag RI : 2009:17).
3.    Penguatan Sektor UMKM
Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan UMKM di Indonesia, pihak Kadin mengadakan mengadakan beberapa program, antara lainnya adalah ‘Pameran Koperasi dan UKM Festival’ pada 5 Juni 2013 lalu yang diikuti oleh 463 KUKM. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk UKM yang ada di Indonesia dan juga sebagai stimulan bagi masyarakat untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan usaha kecil serta menengah.
Selain itu, persiapan Indonesia dari sektor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) untuk menghadapi MEA 2015 adalah pembentukan Komite Nasional Persiapan MEA 2015, yang berfungsi merumuskan langkah antisipasi serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan KUKM mengenai pemberlakuan MEA pada akhir 2015.
Adapun langkah-langkah antisipasi yang telah disusun Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu pelaku KUKM menyongsong era pasar bebas ASEAN itu, antara lain peningkatan wawasan pelaku KUKM terhadap MEA, peningkatan efisiensi produksi dan manajemen usaha, peningkatan daya serap pasar produk KUKM lokal, penciptaan iklim usaha yang kondusif.
Namun, salah satu faktor hambatan utama bagi sektor Koperasi dan UKM untuk bersaing dalam era pasar bebas adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku KUKM yang secara umum masih rendah. Oleh karena itu, pihak Kementrian Koperasi dan UKM melakukan pembinaan dan pemberdayaan KUKM yang diarahkan pada peningkatan kualitas dan standar produk, agar mampu meningkatkan kinerja KUKM untuk menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi.
Pihak Kementerian Perindustrian juga tengah melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan terhadap sektor industri kecil menengah (IKM) yang merupakan bagian dari sektor UMKM. Penguatan IKM berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja dan menghasilkan barang atau jasa untuk dieskpor. Selain itu, koordinasi dan konsolidasi antar lembaga dan kementerian pun terus ditingkatkan sehingga faktor penghambat dapat dieliminir.
4.    Perbaikan Infrastruktur
Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sektor riil, selama tahun 2010 telah berhasil dicapai peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur seperti prasarana jalan, perkeretaapian, transportasi darat, transportasi laut, transportasi udara, komunikasi dan informatika, serta ketenagalistrikan :
  1. Perbaikan Akses Jalan dan Transportasi
  2. Perbaikan dan Pengembangan Jalur TIK
  3. Perbaikan dan Pengembangan Bidang Energi Listrik.
5.    Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas SDM adalah melalui jalur pendidikan. Selain itu, dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang bermutu, pemerintah telah membangun sarana dan prasarana pendidikan secara memadai, termasuk rehabilitasi ruang kelas rusak berat. Data Kemdikbud tahun 2011 menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 173.344 ruang kelas jenjang SD dan SMP dalam kondisi rusak berat. (dalam Bappenas RI Buku I, 2011:36).
6.    Reformasi Kelembagaan dan Pemerintahan
Dalam rangka mendorong Percepatan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, telah ditetapkan strategi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi jangka panjang 2012-2025 dan menengah 2012-2014 sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk pelaksanaan aksi setiap tahunnya. Upaya penindakan terhadap Tindak Pidana Korupsi (TPK) ditingkatkan melalui koordinasi dan supervisi yang dilakukan oleh KPK kepada Kejaksaan dan Kepolisian.
Sumber :


Jumat, 08 Januari 2016

Flowchart Penanggulangan Pedagang Kaki Lima

Fenomena Pedagang Kaki Lima (PKL) telah banyak menyita perhatian pemerintah. Karena PKL sering kali dianggap mengganggu ketertiban lalu lintas, jalanan menjadi tercemar, menimbulkan kerawanan sosial dan tata ruang kota yang kacau. Dimata pemerintah citra negatif tersebut telah mendogma. Sebagai pembuat kebijakan pemerintah harus besikap arif dalam menentukan kebijakan. Masalah keberadaan pedagang kaki lima terutama dikota-kota besar menjadi warna tersendiri serta menjadikan pekerjaan rumah bagi pemerintah kota. Dan dibawah ini kita, membuat flowchart cara penanggulangan pedagang kaki lima


 
Nama Kelompok ::
Aas Asiah
Dian Pramesti
Juita Jauharotus Sa’adah
Raudatus Shalihah
Sarah Nur Azizah
Tiara Wirdha Syiam